Selasa, 01 September 2009

Jawaban Bijak Michaelangelo!





Pasti semua kenal Michaelangelo, banyak orang kenal Michaelangelo adalah nama salah satu tokoh komik Teenage Mutant Ninja Turtle (TMNT) alias Kura-Kura Ninja. Tapi yang akan diceritakan kali ini bukan Michaelangelo yang itu, melainkan Michaelangelo sang pelukis sekaligus pemahat besar asal Italia. Namanya sama karena nama-nama tokoh yang ada di TMNT diambil dari tokoh penghasil karya-karya besar.

Cerita ini akan menceritakan tentang betapa bijaksananya Michaelangelo, perlu diketahui Michaelangelo berusia 71 tahun ketika dia mengukir Basilika St.Petrus.
Di Florence, terdapat sebuah museum istimewa yang sengaja dibangun bagi sebuah patung David yang diciptakan oleh Michelangelo beberapa ratus tahun yang lalu. Patung itu barangkali adalah sebuah kaya patung yang paling indah di dunia. Berada secara fisik di dalam ruangan yang sama dengan patung tersebut adalah sebuah pengalaman yang tidak akan pernah dapat dilupakan.


Cerita tentang pembuatan David sangat menarik dan menjadi pelajaran berharga. Dahulu, Michelangelo diminta secara khusus oleh keluarga Medicis untuk menciptakan sebuah patung yang akan diletakkan di alun-alun Kota Florence. Keluarga Medicis adalah "sebuah keluarga yang kaya raya dan terpandang di Italia pada zaman tersebut". Sebuah pesanan khusus dari keluarga Medicis bukan hanya berarti sebagai sebuah kehormatan besar; pesanan seperti ini juga sebuah tugas yang tidak dapat ditolak begitu saja. Selama dua tahun penuh Michelangelo mencari sebongkah batu yang dapat dia pergunakan untuk menciptakan sebuah mahakarya bagi keluarga Medicis.

Akhirnya, di pinggir sebuah jalan di Florence, separuh tertutup semak belukar dan tertimbun lumpur, dia menemukan sebongkah besar pualam di atas sebuah titian kayu. Batu tersebut bertahun-tahun sebelumnya telah diangkut, dari pegunungan, tetapi tidak pernah dipergunakan orang.

Michelangelo telah melalui jalanan itu berkali-kaki, tetapi kali ini dia berhenti dan menatap batu tersebut lebih dekat lagi. Ketika dia maju mundur mengamati bongkahan pualam itu, dengan jelas dia dapat membayangkan patung David dan melihatnya di dalam batu tersebut secara keseluruhan.

Keesokan harinya, Michaelangelo mulai memahat batu pualam itu. dengan ia segera mengatur agar bongkahan pualam itu dapat diangkut ke studionya yang cukup jauh dari tempat ditemukannya batu tersebut. Dia kemudian memulai pekerjaannya yang panjang dan berat. Diperlukan dua tahun penuh untuk bekerja menciptakan gambaran kasar patung tersebut. Dia kemudian menyisihkan palu dan pahatnya, dan menghabiskan dua tahun lagi untuk memoles dan menghaluskan sampai patung itu benar-benar siap. Ciri perfeksionisme Michaelangelo mulai berkembang sejak kritik-kritik yang dilancarkan Lorenzo de Medici. Dan juga karena ia terlibat rivalitas tidak sehat dengan Leonardo da Vinci.

Michelangelo pada saat itu telah menjadi seorang pematung yang terkenal, dan kabar bahwa dia sedang mengerjakan sebuah pesanan khusus dari keluarga Medicis telah menyebar ke seantero Italia. Ketika waktunya tiba untuk mempertontonkan patung tersebut kepada publik, ribuan orang datang dari seluruh Italia danberkumpul di alun-alun kota.

Ketika selubung yang menutup patung dibuka, kerumunan massa yang berada disana tercengang dengan mulut ternganga. Patung itu luar biasa indah. Orang banyak bersorak-sorai. Wanita-wanita jatuh pingsan. Para pengunjung merasa kagum melihat kecantikan luar biasa patung hebat itu. Michelangelo dengan segera dikenal sebagai pematung terhebat pada zamannya.


Saat orang-orang suka dan bangga dengan mengatakannya sebagai The Masterpiece, dalam sebuah kesempatan salah seorang bertanya pada Michaelangelo, dari awal orang tersebut selalu mengamati bagaimana Michaelangelo bekerja sehingga ia bertanya “mengapa anda bisa membuat patung mahakarya besar yang indah seperti itu?"

Di luar dugaan, Michaelangelo malah menjawab, " Sesungguhnya aku tak pernah menciptakannya"

Orang tersebut tercengang akan jawaban Michaelangelo, ia berkata, " bagaiman anda bisa berkata demikian? saya selalu mengamati anda dari awal anda bekerja dan anda sendiri yang membuat patung itu secara keseluruhan hingga ke detail terkecilnya!".

Dengan sebuah senyuman, Michaelangelo menjelaskan, “ Aku sungguh tidak pernah menciptakannya… Sebetulnya dalam kayu itu sebelumnya sudah ada karya besar. Aku hanya membuang atau memahat potongan-potongan batu pualam yang nggak diperlukan saja…”


Sungguh jawaban yang luar biasa. Tidak hanya karena untaian kata-katanya, tetapi juga dari makna yang tersirat di dalamnya.

‘The Masterpiece’ mirip dengan manusia yang memang adalah The Masterpiece milik Sang Pencipta. Sejak awal mula diciptakan, manusia dibekali akal, rohani, dan jasmani untuk menghadapi kehidupan. Namun potensi-potensi yang dimiliki itu terbelenggu oleh semua sikap negatif yang ada.

Setiap manusia memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi The Masterpiece. Pada perjalanannya, yang membedakan hanyalah seberapa besar ia bisa membuang atau memahat potongan-potongan sikap negatif yang dimilikinya. Semakin banyak potongan-potongan yang tak diperlukan itu dipahat, maka semakin besar kesempatan menjadi sebuah The Masterpiece. Semoga kita bisa menjadi The Masterpiece yang bisa membanggakan siapapun yang melihatnya…