Senin, 11 April 2011

Untuk Kami yang Akan Sukses


 
Aku adalah aku, aku adalah pelaku orang ketiga serba tahu, kalian tak perlu tahu aku. Aku di sini hanya ingin menceritakan tentang sebuah cerita kelas di XII IPS 3, kalian tahu kenapa aku tertarik untuk bercerita karena kisah sukses orang-orang yang akan membuat Indonesia menuju lebih baik akan dimulai dari sini.
Kalian pasti tak pernah tahu ada banyak bakat-bakat alami turunan para dewa yang bersarang di tubuh anak-anak ini. Agung walaupun tukang bolos tapi kekuatan alami pencak silat telah menjadi kekuatan utamanya. Sementara Rajib si ahli metafisika berhasil membuat kelas ini aman selama satu tahun dari gangguan setan. Suja, dia bisa berlari lebih cepat dari cheetah. Gadis yang duduk mendengarkan musik dengan headset itu dia telah menjadi juara nasional dalam bidang menyanyi dia itu Mega. Di sebelahnya yang bermata sayu, dia adalah rivalnya Agung dia itu RIfa. Di belakang mereka ada Inas dan Ulfa yang sepertinya kosong tapi ternyata mereka cerdas tiada banding. Perempuan-perempuan berjilbab yang sedang berkerumun itu mereka tampak aneh tapi mereka Puput, Putri dan Desi yang ternyata sedang mempelajari teori Einsten E=Mc² yang ternyata meniru teori hukum elastisitas Elastisitas = Marginal cost². Sementara itu Toni lebih tertarik membuat proyek manga super fantastisnya bersama Brian yang akan meledak di pasaran 4 tahun lagi. Ragil lebih memilih menyediri bermain dengan pc tabletnya daripada harus bergosip dengan Hendra yang orientasi seksualnya belum jelas (dikabarkan dia itu gender-bender). Di belakang ada Lulu perempuan centil berambut ikal yang sibuk nge-tweet. Di sampingnya ada Tanjung seorang perempuan yang selalu berwajah cemas. Di depan dua pria yang tampak tenang yaitu Masrukhin dan Fajar yang sudah tidak bisa diganggu gugat kalau sudah main game hp. Di bangku pojok belakang Chyntia dan Elan terlalu sibuk dengan pertanyaan sudah cantikkah aku hari ini? Sudah jiwa anak IPS yang hanya berpikiran tentang bagaimana bercinta dan menghasilkan uang, Emah calon wirausahawati yang berimpian membangun “EMAH CENTURY” yang sudah menguasai 60% pasaran jajan IPS tampak sedang sibuk melayani pembeli-pembelinya yaitu Isna, Ayu, Rasika si hitam dan Isro yang bersuara serak-serak aneh. Suara gitar akustik sudah pasti itu Heri dan Syahril yang diikuti Raka yang bergoyang membuat pantatnya semakin terlihat seksi  Di bangku pojok depan ada Helmi yang selalu tertidur nyenyak. Di sebelahnya ada Rosyid yang sedang sibuk mengutak-atik rumus matematika. Ada dunia lain di lain dunia, Daru dan Titis terlihat asik menirukan gaya penyanyi korea yang sedang mereka tonton di laptop. Di depan komputer yang berambut keriting saru bercelana cutbray dia itu Sholeh. Di belakangnya perempuan berkacatamata dan perempuan berwajah tegang di sebelahnya itu adalah Rizki dan Rani. Sementara itu Yudha, pria di dekat jendela berambut gondrong ikal lebih  tertarik memandangi keindahan anak hawa daripada duduk diam tanpa tujuan.
Sudahlah aku tidak akan bicara panjang lebar,ini adalah pagi yang menyenangkan. Sepertinya aku terlalu banyak menyebutkan nama-nama orang pilihan utusan semesta, orang orang yang akan mengubah dunia yang sudah koyak ini menjadi dunia penuh inspirasi dan penuh warna. Warna yang lebih indah dari hujan meteor perseid, warna pelangi bahkan aurora sekalipun. Sudahlah bukannya aku gila rahasia tapi biarlah aku seperti aku. Aku adalah sahabat mereka. Dan aku juga sahabat ilmu. Marilah menabung.

Oleh Mas Agung Wilis Yudha Baskoro Photobucket

1 komentar:

  1. great ! nice posting , I love this

    semoga kita semua bakal sukses :D

    BalasHapus