Kamis, 20 Desember 2012

Sampek Engtay - Dramaturgi Sastra Budaya

Alkisah dahulu kala di Semarang ada seorang perempuan bernama Engtay yang ingin pergi sekolah ke Yogyakarta

Tetapi kedua orang tua Engtay tidak mengizinkannya untuk pergi ke Yogyakarta karena perempuan masih dianggap lemah

Engtay menyamar sebagai Kapten untuk memaksa orang tuanya menyekolahkannya ke Yogyakarta



Desas-desus kurang mengenakkanpun terdengar di mulut bujang-bujang Engtay

Engtay memaksa kembali orang tuanya



Akhirnya orang tua Engtay mengizinkannya untuk sekolah di Yogyakarta walau dengan berat hati




Di Yogyakarta Engtay bertemu dengan Sampek, seorang pemuda tampan dari Magelang yang sama-sama datang untuk menuntut ilmu


Di lain pihak orang tua Engtay dipaksa untuk melakukan perjodohan



Engtay menyatakan cintanya. Namun ia mendapat perintah dari orang tuanya untuk kembali. Engtay memberikan pesan kepada Sampek untuk menyusulnya dengan isyarat.

Engtay pulang dan menunggu Sampek yang sampai pada hari yang ditentukan tak kunjung datang.

Engtay sedih mengetahui bahwa dirinya akan dijodohkan

Rencana perjodohan semakin matang dan tak terbatalkan

Sampek terlambat karena ia sakit keras. Orang bilang ini sakit rindu. Penyakit langka akibat menderita cinta yang obatnya juga mustahil ditemukan di dunia. Akhirnya Sampek meninggal dunia setelah mendengar surat dari Engtay.



Engtay menangis dan merintih di depan kuburan Sampek 
Atas nama cinta, Engtay mengakhiri hidupnya di depan kuburan Sampek. Ternyata mereka berdua adalah dewa dan dewi yang sedang diuji. Kematian keduanya adalah moksa dan akhirnya mereka hidup tenang berdua bercita di khayangan sorgaloka.




















Tidak ada komentar:

Posting Komentar