Jumat, 03 Juni 2011

Suatu Malam di Sebuah Rumah dengan Tema Indekos

Maaf blog sudah lama sekali aku tidak memposting dirimu karena 5 hari kemarin aku merantau ke Puertorico~ 
a.k.a Purwokerto, kota satria. Photobucket

Dalam rangka ujian SNMPTN aku rela meninggalkan, keluargaku, teman-temanku, bahkan kekasihku! bayangkan itu! ini semua demi! demi! (maaf terlampau bersemangat)
Bermodalkan motor Satria "Ganteng" Fu 150cc milik saya sendiri saya menempuh perjalanan panjang! 2 jam saja! Bayangkan itu! Photobucket

Sampai di sana aku dan temanku, Nadim Agam Thoifur langsung beristirahat agar otak dan pikiran fresh lagi, badan segar dan gesit kembali.

Kami makan berfoya-foya, hidup enak, cucian dicuciin sama pembantu, semua keperluan kami sudah terurus (benar-benar tidak seperti merantau)
Sampai akhirnya pada suatu malam si Dita gendut ngirim mms hehe ini mms nya  


Aku sama Agam jadi emosional, emosi karena kita cuma berdua di kos dan orientasi seksual sudah mulai labil dan emosi karena rindu teman-teman, rindu kecacatannya.
Akhirnya kami memutuskan untuk membalas mms mereka dengan sangat emosional juga Photobucket

Lihatlah pose saya dan teman saya pada gambar di bawah ini Photobucket sungguh mempesona~


Entah apa yang dirasakan Dita dkk saat menerima mms ini, smoga mereka masih hidup sampai sekarang.

Kamis, 19 Mei 2011

The Joy Experience of 'Mo Limo' in Advance Meaning

Masyarakat (khususnya Jawa) kadung mengenal istilah Mo-Limo sebagai Maling (mencuri, termasuk juga korupsi), madat (nyabu), main (berjudi), minum (mabuk-mabukan), dan madon (main perempuan). Semuanya sebagai pantangan, ora ilok, yang harus dijauhi (prefentif), diberantas (post facto), dan pihak-pihak yang jadi korban diobati (kuratif).

Dengan latar belakang seperti itu maka terbilang aneh jika ada orang yang memberi nasehat untuk melakukan Mo Limo, apalagi nasehat itu diberikan sebagai nasehat pernikahan bagi mempelai. Orang yang nekat menentang arus tersebut kebetulan adalah ki Dalang yang sedang manggung karena ditanggap oleh shahibul hajat yang sedang menikahkan anaknya. Bayangin ki Dalang yang tugasnya sangat mulia ngudal piwulang (memaparkan ilmu dan hikmah) memberi nasehat bagi mempelai untuk melakukan Mo Limo.

Dalang yang satu ini secara mbeling menentang arus dengan mempergunakan terminologi yang kadung populer berkonotasi negatif kemudian dibelokkan dengan isi (content) yang berbeda. Jika isinya tidak diganti, ia bisa dipecat dari profesinya sebagai dalang. Bahkan bisa-bisa digantung. Segi positifnya, dengan mempergunakan istilah Mo Limo yang sudah populer akan mendapat perhatian khalayak (fungsi stopper). Setelah khalayak antusias, baru dech dia beberkan apa isi dari Mo Limo versi nasehat nikahnya.

1. Mlumah (untuk orang tidur berarti posisi menghadap ke atas, tengadah)
2. Mengkurep (untuk orang tidur berarti posisi menghadap ke bawah, tengkurap)
3. Modod (istilah untuk barang yang dimensi ukurannya bisa bertambah panjang dan bertambah besar)
4. Mlebu (masuk)
5. Metu (keluar)

Isinya sama sekali berbeda kan dengan Mo Limo versi generik. Hanya saja kok terkesan saru (jorok, menjurus ke seks), seperti kupasan dr. boyke aja. Apakah ki Dalang ini emang bener-bener mbeling ya? Waktu pertama mendengarnya dari seorang Master Consultant yang memberikan nasehat kepada rekan yang dalam waktu dekat akan menikah, kami sempat berpikir begitu sambil mesam mesem. Tetapi Bapak Tua asal Banyumas yang emang sejak mudanya penggemar berat wayang itu segera menambahkan bahwa tidak sedangkal itu nasehat ki Dalang. Bukan dalang namanya kalau tidak ada unsur filosofis dalam apa yang disampaikannya.

Rupanya:

1. Mlumah dalam arti advance maksudnya menghadap ke langit, senantiasa ingat kepada yang kuasa. Keluarga samara (sakinah mawaddah warahmah) hanya akan terbina jika didasari iman, islam dan ihsan.
2. Mengkurep. Sebagai konsekuensi dari posisi orang tengkurap adalah hanya melihat yang di bawahnya. Maksudnya, dalam berumah tangga harus senantiasa fokus pada pasangan (baca: keluarga). Tidak boleh celingak celinguk, jelalatan lihat kanan kiri mencari yang lebih kinclong, bening kinyis-kinyis.
3. Modod. Berusahalah mengembangkan kompetensi dengan meningkatkan kemampuan, keterampilan, dan prigel untuk mencari nafkah dan atau bekal kehidupan lainnya dalam membina kehidupan (rumah tangga).
4. Mlebu. Apa pun yang di dapat dalam tahap sebelumnya, orientasi pertama adalah ke dalam (keluarga). For better or worse pasangan telah berjanji untuk membina rumah tangga, untuk itu segala sesuatunya harus dikomunikasikan ke dalam. Jangan sampai pasangan (anggota keluarga lain) justru tahunya dari pihak ketiga.
5. Metu. Orientasi pertama ke dalam tidak berarti menutup mata dan telinga dengan dunia luar. Ilmu, rezeki, dan lain-lain yang didapat tidak akan habis dikonsumsi sendiri. Share sebagian kepada orang lain sebagai amal. tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah.

Dengan adanya dua versi Mo Limo ini maka diharapkan tidak membuat bingung. Bukankah Rasulullah SAW juga pernah menyampaikan pesan untuk memperhatikan lima sebelum yang lima (hidupmu sebelum matimu, sehatmu sebelum datang sakitmu, kesempatanmu sebelum kesempitanmu, mudamu sebelum tuamu dan kayamu sebelum datang melaratmu).
source : http://www.facebook.com/topic.php?uid=252464359438&topic=13881

Senin, 02 Mei 2011

Filmography














Membuat film ternyata adalah sesuatu yang menyenangkan untuk mengisi waktu Photobucket

Sabtu, 23 April 2011

There Is Neam 3 Years Ago


Penguasa 5 elemen Photobucket

Hidup Untuk Hidup

Aku tahu bahwa aku tidak mungkin akan hidup selamanya.
Aku hanya ingin hidup saat aku hidup.
Photobucket

Kamis, 21 April 2011

Telepon

Dunia ini terasa begitu dekat, tengah malam telepon berdering dan ternyata itu dari kamu.
Cantik, menjadikan malam itu cantik.
Telepon berakhir, kau Cantik mengakhiri, semua jadi sepi.
Ucapan dan ciuman angan menambah rindu.
Aku tidur melupakan kesepian

♥

Minggu, 17 April 2011

Let's Do It!

Now it's time to study hard!  Photobucket

Senin, 11 April 2011

Untuk Kami yang Akan Sukses


 
Aku adalah aku, aku adalah pelaku orang ketiga serba tahu, kalian tak perlu tahu aku. Aku di sini hanya ingin menceritakan tentang sebuah cerita kelas di XII IPS 3, kalian tahu kenapa aku tertarik untuk bercerita karena kisah sukses orang-orang yang akan membuat Indonesia menuju lebih baik akan dimulai dari sini.
Kalian pasti tak pernah tahu ada banyak bakat-bakat alami turunan para dewa yang bersarang di tubuh anak-anak ini. Agung walaupun tukang bolos tapi kekuatan alami pencak silat telah menjadi kekuatan utamanya. Sementara Rajib si ahli metafisika berhasil membuat kelas ini aman selama satu tahun dari gangguan setan. Suja, dia bisa berlari lebih cepat dari cheetah. Gadis yang duduk mendengarkan musik dengan headset itu dia telah menjadi juara nasional dalam bidang menyanyi dia itu Mega. Di sebelahnya yang bermata sayu, dia adalah rivalnya Agung dia itu RIfa. Di belakang mereka ada Inas dan Ulfa yang sepertinya kosong tapi ternyata mereka cerdas tiada banding. Perempuan-perempuan berjilbab yang sedang berkerumun itu mereka tampak aneh tapi mereka Puput, Putri dan Desi yang ternyata sedang mempelajari teori Einsten E=Mc² yang ternyata meniru teori hukum elastisitas Elastisitas = Marginal cost². Sementara itu Toni lebih tertarik membuat proyek manga super fantastisnya bersama Brian yang akan meledak di pasaran 4 tahun lagi. Ragil lebih memilih menyediri bermain dengan pc tabletnya daripada harus bergosip dengan Hendra yang orientasi seksualnya belum jelas (dikabarkan dia itu gender-bender). Di belakang ada Lulu perempuan centil berambut ikal yang sibuk nge-tweet. Di sampingnya ada Tanjung seorang perempuan yang selalu berwajah cemas. Di depan dua pria yang tampak tenang yaitu Masrukhin dan Fajar yang sudah tidak bisa diganggu gugat kalau sudah main game hp. Di bangku pojok belakang Chyntia dan Elan terlalu sibuk dengan pertanyaan sudah cantikkah aku hari ini? Sudah jiwa anak IPS yang hanya berpikiran tentang bagaimana bercinta dan menghasilkan uang, Emah calon wirausahawati yang berimpian membangun “EMAH CENTURY” yang sudah menguasai 60% pasaran jajan IPS tampak sedang sibuk melayani pembeli-pembelinya yaitu Isna, Ayu, Rasika si hitam dan Isro yang bersuara serak-serak aneh. Suara gitar akustik sudah pasti itu Heri dan Syahril yang diikuti Raka yang bergoyang membuat pantatnya semakin terlihat seksi  Di bangku pojok depan ada Helmi yang selalu tertidur nyenyak. Di sebelahnya ada Rosyid yang sedang sibuk mengutak-atik rumus matematika. Ada dunia lain di lain dunia, Daru dan Titis terlihat asik menirukan gaya penyanyi korea yang sedang mereka tonton di laptop. Di depan komputer yang berambut keriting saru bercelana cutbray dia itu Sholeh. Di belakangnya perempuan berkacatamata dan perempuan berwajah tegang di sebelahnya itu adalah Rizki dan Rani. Sementara itu Yudha, pria di dekat jendela berambut gondrong ikal lebih  tertarik memandangi keindahan anak hawa daripada duduk diam tanpa tujuan.
Sudahlah aku tidak akan bicara panjang lebar,ini adalah pagi yang menyenangkan. Sepertinya aku terlalu banyak menyebutkan nama-nama orang pilihan utusan semesta, orang orang yang akan mengubah dunia yang sudah koyak ini menjadi dunia penuh inspirasi dan penuh warna. Warna yang lebih indah dari hujan meteor perseid, warna pelangi bahkan aurora sekalipun. Sudahlah bukannya aku gila rahasia tapi biarlah aku seperti aku. Aku adalah sahabat mereka. Dan aku juga sahabat ilmu. Marilah menabung.

Oleh Mas Agung Wilis Yudha Baskoro Photobucket

Minggu, 10 April 2011

There Is Superman Wanna Be in Fucking Mode


 I would rather die than have to become a model in this photo Photobucket

Rabu, 06 April 2011

Reflection #32

Setelah semua kejadian kemarin, hari ini dan apalah semua yang telah berlalu dan terjadi, aku bisa menarik kesimpulan yang menurutku baik dan bahwa benar apa yang dikatakan orang tua, guru, teman, kekasih ataupun apa yang dituliskan dalam roman bahwa:


"Saya selalu percaya--dan ini lebih merupakan sesuatu yang mistis--bahwa hari esok akan lebih baik dari hari sekarang."

"Selama penderitaan datang dari manusia, dia bukan bencana alam, dia pun pasti bisa dilawan oleh manusia."

\(´▽`)\   /(´▽`)/

Love Song

I could sing of your love forever
I could sing of your love forever
I could sing of your love forever
I could sing of your love forever
♥